RSS
Tampilkan postingan dengan label Boku no Japan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Boku no Japan. Tampilkan semua postingan

Beasiswa Jepang


Informasi dibawah ini saya dapatkan waktu kelas 3 SMA ketika ada kunjungan dari orang INGG (Indonesia Nihon Go Gakuin),mereka ngasih tahu kalau setiap tahun anak yang kelas 3 SMA yang lulus ujian dengan hasil yang baik bisa mengikuti ujian seleksi beasiswa Jepang. Akhirnya saya pun mencari informasi di perpustakaan dan saya menemukan buku "Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho/MEXT)".

Berikut dibawah ini saya akan membagi sedikit informasi yang ada di dalam buku itu (mana tahu...temen-temen berniat kuliah di Jepang,jadi bisa nambah ilmu).

=Mari Belajar di Jepang=
Pada saat ini ada 121.812 mahasiswa asing belajar di Jepang (data tanggal 1 Mei 2005). Termasuk di antaranya 1.488 mahasiswa dari Indonesia,917 diantaranya sedang belajar di tingkat pasca sarjana.
Dari jumlah tersebut,sebagian besar adalah mereka yang menerima beasiswa,baik dari pemerintah Jepang, instansi maupun perusahaan lainnya. Beasiswa pemerintahan Jepang yang cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia adalah beasiswa dari "Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu pengetahuan dan Teknologi Jepang (monbukagakusho/MEXT)". Beasiswa ini meliputi biaya studi dan biaya hidup tanpa ada ikatan apapun.

Kedutaan Besar Jepang di Indonesia dan Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Medan, dan Makassar setiap tahun melaksanakan pendaftaraan dan penyeleksian bagi para peminat beasiswa Monbukagakusho. Adapun progran=prpgran yang yang ditawarkan kepada siswa Indonesia adalah Program Research Student bagi lulusan perguruan tinggi;Program Undergraduate;Program College of Technology dan Program Special Training College bagi lulusan SLTA;dan Program Japanese Studies bagi mahasiswa program studi Jepang serta Program Penataran Guru bagi yang aktif mengajar.

Saya berharap penjelasan berikut ini dapat menjadi bahan masukan bagi mereka yang ingin belajar di Jepang.

=Sistem Pendidikan Jepang=
Pada dasarnya sistem pendidikan Jepang mirip dengan sistem pendidikan Indonesia,yaitu 6 tahun SD, 3 tahun SLTP (SD dan SLTP wajib belajar), 3 tahun SLTA, 4 tahun Universitas. Selain universitas ada juga Junior College, College of Technology, Special Training College, dan lail-lain.

Bidang-bidang ilmu yang ditawarkan oleh perguruan tinggi di Jepang (hampir sama dengan Indonesia). Lama pendidikan untuk tingkat pasca sarjana di Jepang sama dengan di Indonesia, 2 tahun untuk S-2 dan 3 tahun untuk S-3. Namun untuk bidang Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Kedokteran Hewan setelah lulus tingkat S-1 (6 tahun) hanya melanjutkan selama 4 tahun di tingkat S-3. Ada juga professional graduate course ( 2 atau 3 tahun) yang memberi tekanan pada keahlian pekerjaan. Tahun ajaran baru dimulai setap bulan April.

Walaupun program yang disediakan banyak,berikut saya akan membahas tentang "Program Research Student"saja.

1.Program Research Student

Program ini ditujukan untuk mereka yang berminat dalam program research student di perguruan tinggi di Jepang.

Peminat pada waktu menjalani research student diperbolehkan melamar ke program degree (S-2 / S-3 / professional graduate course) atau meneruskan program S-3 setelah menyelesaikan program S-2 / professional graduate course, apabila lulus seleksi tes ujian yang diberikan oleh universitas yang bersangkutan.

Peminat juga dapat langsung masuk ke program degree tanpa mengikuti research student apabila telah mendapatkan izin dari universitas yang bersangkutan. Beasiswa diberikan tanpa ikatan dinas, mencakup biaya kuliah dan biaya hidup.


PERSYARATAN
  1. Lahir pada dan setelah tanggal 2 April 1975 (syarat tahun kelahiran berubah tiap tahun,intinya adalah usia di bawah 35 tahun pada tanggal 1 April tahun keberangkatan)

  2. IPK minimal 3.0 baik S-1 maupun S-2 (atau nilai EJUminimal 260 dalam jumlah 2 mata ujian tidak termasuk Bahasa Jepang)

  3. Nilai TOEFL-PBT minimal 550 atau TOEFL-CBT minimal 213 atau TOEFL-IBT minimal 79 atau ekuivalen, atau nilai Japanese Language Proficiency Test minimal level 2.

  4. Memilih bidang studi yang sama dengan disiplin ilmu sebelumnya.

  5. Bersedia belajar Bahasa Jepang.

  6. Sehat jasmani dan rohani.

  7. Pelamar harus membaca dan memahami lampiran keterangan secara teliti.


CARA PELAMARAN
  1. Formulir dapat diambil di Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang, Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dan Medan atau bisa download

  2. Formulir beserta dokumen yang diminta harus dibawa/ dikirim langsung ke Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta (bukan ke Konsulat Jenderal Jepang).

  3. Pendaftaran dibuka pada tanggal 20 April 2009 sampai dengan tanggal 22 Mei 2009 (untuk tahun 2010,jadi berbeda tiap tahun).

  4. Siapkan dokumen sesuai dengan lampiran no. 7.



TAHAP PENYELEKSIAN
  1. Kedutaan Besar Jepang melakukan seleksi dokumen, dan akan memberitahukan kepada mereka yang lolos 1 (satu) minggu sebelum ujian tertulis. (Kurang lebih 100 pelamar dipilih melalui seleksi dokumen ini.)

  2. Ujian tertulis Bahasa Jepang dan Bahasa Inggris akan dilaksanakan di Jakarta, Surabaya, Medan pada awal Juli 2009. (Bahasa Inggris sebagai ujian pilihan. Nilai yang lebih tinggi akan dipakai untuk pertimbangan seleksi.)

  3. Wawancara akan diadakan di Jakarta bagi seluruh peserta ujian tertulis dari pada bulan Juli 2009 sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh Kedubes Jepang (biaya transportasi dan akomodasi tidak disediakan Kedubes Jepang).

  4. Bagi yang lolos seleksi di Kedubes Jepang, akan diberikan surat keterangan sbb: 1 (satu) berkas formulir beserta dokumen yang telah diberi stamp Kedubes Jepang, surat keterangan untuk perguruan tinggi di Jepang, dan lembar “Letter of Acceptance”. Pelamar boleh memilih maksimal 3 (tiga) perguruan tinggi untuk mendapatkan izin penerimaan sebagai mahasiswa program degree atau research student, atau “Letter of Acceptance” (izin penerimaan tidak resmi) sebagai research student.

  5. Untuk mencari informasi perguruan tinggi di Jepang, silakan lihat website berikut:
    Directory Database of Research and Development atau
    Asian Students Cultural Association.

  6. Harap mengirimkan surat izin atau Letter of Acceptance dari perguruan tinggi Jepang secepat mungkin ke Kedubes Jepang.

  7. Kedubes Jepang akan merekomendasikan peserta ke MEXT.

  8. Peserta akan menjadi penerima beasiswa jika lolos seleksi di MEXT.


CATATAN

Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi :
Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
Jl. MH Thamrin no.24 Jakarta 10350
Telp. (021) 3192-4308 ext.175 atau 176


=Hidup di Jepang=

a.Tempat Tinggal

Banyak perguruan tinggi negeri Jepang menyediakan asrama yang murah dan baik bagi mahasiswanya. Selain asrama dari perguruan tinggi,Japan Student Services Organization (JASSO) dan lembaga lainnya juga menyediakan asrama bagi mahasiswa asing.

b.Biaya Kesehatan

Di Jepang,terdapat sistem Asuransi Kesehatan Nasional untuk mengurangi biaya pengobatan individu (anggota asuransi ini hanya dikenakan biaya 30 % dari total biaya pengobatan). Sesampainya di Jepang,seorang mahasiswa yang akan tinggal di Jepang selama 1 tahun atau lebih diharuskan untuk mengikuti program asuransi ini denagn mendaftarkan diri di Balai Kota daerahnya masing-masing.


c.Registrasi untuk Orang Asing

Dalam waktu 90 hari setelah tiba di Jepang,setiap mahasiswa harus pergi ke Balai Kota setempat untuk melakukan registrasi.

ini saya buat selain ngasih informasi juga sebagai arsip bagi saya.....suatu saat mungkin akan dicoba,


Sumber : tahun 2006












Japan = Nihon = Nippon



Alam dan Cuaca

Luas daratan Jepang 378.000 km2, yaitu satu per dua puluh lima dari luas Amerika Serikat (sedikit lebih kecil daripada Kalifornia), satu per dua puluh dari Australia, dan 1,5 kali luas Britania. (Bandingkan dengan luas daratan Indonesia : 2.027.087 km2). Tiga perempat negeri Jepang bergunung-gunung, sedangkan bagian selebihnya berbentuk dataran dan cekungan. Jepang terdiri dari rangkaian pulau-pulau yang membentang sepanjang 3000 kilometer dari utara ke selatan. Empat pulau utamanya adalah Hokkaido, Honshu, Shikoku, dan Kyushu.

Jepang dikelilingi laut. Arus hangat dan dingin mengalir melalui laut-laut di sekitarnya, sehingga membentuk lingkungan yang mendukung berkembangnya berbagai spesies ikan.


Sebagian besar Jepang berada dalam Zona Utara Beriklim Sedang dan beriklim monsun yang lembab, dengan angin tenggara yang bertiup dari Samudera Pasifik selama musim panas dan angin barat-laut yang bertiup dari benua Eurasia (Eropa-Asia) pada musim dingin.


Negeri Jepang mempunyai empat musim yang jelas batasnya. Dua dari pemandangan yang paling indah di Jepang adalah ketika bunga sakura bermekaran di musim semi dan dedaunan berubah menjadi warna-warni merah, jingga, dan kuning yang mempesonakan pada musim gugur. Rakyat Jepang menikmati petanda-petanda perubahan musim dan mengamati perkembangannya dengan memperhatikan laporan cuaca, yang menampilkan peta di mana sakura sedang bermekaran pada musim semi dan dedaunan musim gugur sedang indah-indahnya. Ujung utara dan selatan Jepang mempunyai iklim yang sangat berbeda. Misalnya, pada bulan Maret, orang dapat berjemur sinar matahari di wilayah selatan atau bermain ski di wilayah utara!

Kawasan Daerah


Jepang terdiri dari 47 prefektur. Berdasarkan keadaan geografis dan sejarahnya, 47 prefektur ini dapat dikelompokkan menjadi sembilan kawasan yaitu : Hokkaido, Tohoku, Kanto, Chubu, Kinki, Chugoku, Shikoku, Kyushu, dan Okinawa.


Setiap kawasan ini mempunyai dialek dan adat-istiadat sendiri, serta budaya yang unik. Misalnya, kawasan Kanto yang mencakup Tokyo, dan kawasan Kansai yang mencakup Osaka, amat kontras dalam segala hal, mulai dari citarasa makanan hingga gaya seni pertunjukan tradisional, sehingga orang senang membanding-bandingkannya.


Penduduk Jepang berjumlah 127 juta orang, menduduki tempat ke-9 di dunia dalam hal jumlah penduduk terbanyak di dunia. Karena jumlah penduduknya cukup banyak dibandingkan dengan luas daratannya, maka rata-rata kepadatan penduduknya cukup tinggi yaitu 342 orang per 1 km2. Angka ini jauh lebih besar daripada Amerika Serikat (29), dan Prancis (107), dan kurang-lebih sama dengan Belgia (333).


Daerah-daerah pegunungan meliputi lebih dari 70% dari daratan Jepang, sehingga kota-kota utama berpusat di tanah datar yang luasnya tidak sampai 30% dari daratan Jepang. Kota dengan penduduk lebih dari satu juta adalah : Sapporo di Hokkaido; Sendai di kawasan Tohoku; Saitama, Tokyo, dan Yokohama di kawasan Kanto; Nagoya di kawasan Chubu; Osaka, Kyoto, dan Kobe kawasan Kinki; Hiroshima di kawasan Chugoku; dan Fukuoka di Kyushu. Kiranya tidak perlu dikatakan lagi bahwa Tokyo sebagai ibukota merupakan pusat kegiatan Jepang. Kota-kota utama lainnya berperan sebagai pusat politik, ekonomi dan kebudayaan bagi kawasan yang bersangkutan.

Bahasa


Ada tiga jenis huruf yang dipakai untuk menulis dalam bahasa Jepang. Bahasa Jepang sangat berbeda dengan bahasa China, namun huruf-huruf yang dipergunakan untuk menuliskan bahasa Jepang semula berasal dari China di mana konon dikatakan telah diciptakan ribuan tahun yang lalu. Huruf-huruf tersebut disebut kanji, bermula dari gambar benda. Dengan berlalunya waktu, gambar-gambar itu berubah, dan kebanyakan kanji tidak lagi terlihat sebagaimana bendanya semula; kini menjadi kata atau bagian dari kata. Ada sekitar 2000 kanji yang umum dipakai. Anak-anak mempelajari 1006 kanji di sekolah dasar dan 939 kanji lagi di sekolah menengah pertama.


Selain huruf kanji, orang Jepang juga menggunakan dua perangkat huruf fonetik, yaitu hiragana dan katakana, keduanya dikembangkan dari kanji. Tiap perangkat terdiri dari 46 huruf, yang merupakan suku-kata (biasanya berupa satu konsonan dan satu vokal, seperti "ka"). Dengan tambahan titik-titik khusus pada huruf tertentu, terjadi perubahan bunyi sehingga huruf-huruf ini dapat mengungkapkan semua bunyi dari bahasa Jepang modern. Hiragana dipakai bersama dengan kanji untuk menuliskan kalimat Jepang umum. Katakana dipakai untuk menuliskan kata-kata serapan dari bahasa lain, nama orang dan tempat non-Jepang, bunyi, dan suara hewan.


Ada banyak dialek lokal dalam bahasa Jepang, disebut hougen. Untuk menunjukkan benda-benda yang sama, ada berbagai kata dialek yang berbeda-beda. Juga ada macam-macam variasi dalam logat dan intonasi, serta dalam akhiran pada kata kerja dan kata sifat. Meskipun demikian, orang-orang dari berbagai daerah dapat berkomunikasi dengan mudah karena menggunakan bahasa Jepang lisan standar yang sudah diterima secara luas.